• Profil
  • Pesantren Cendekia Amanah
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi
No Result
View All Result
Cholil Nafis
No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
  • Yayasan
  • Download
  • Video
  • Konsultasi
Home Artikel

Puasa Adalah Perisai yang Menjaga Stabilitas

admin1 by admin1
May 17, 2018
in Artikel
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

CHOLILNAFIS.COM, Jakarta-Puasa adalah kebutuhan umat manusia namun pelaksanaannya sangat intim dan khusus kepada Allah SWT. Sejak dahulu kala, semua umat manusia yang beragama diperintah untuk menjalankan ibadah puasa meskipun waktunya berbeda-beda. Dan, semua cara puasanya adalah sama, yaitu meninggalkan makan, minum dan nafsu seknya. Semua manusia yang ingin dirinya baik membutuhkan latihan berpuasa.

Related Posts

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Perubahan Iklim Siapa yang Bertanggung Jawab?

Ziarah Makam Imam Bukhari

Rasulullah saw. bersabda: “Puasa adalah perisai, maka janganlah dia berkata kotor dan bertindak dungu. Kalau pun ada orang yang mencela atau mencaci maki dirinya hendaknya dia katakan kepadanya, “Aku sedang puasa“.[HR. Bukhari]

Perisai (tameng) adalah salah satu perlengkapan yang digunakan untuk melindungi diri seseorang dari bahaya yang berasal dari serangan dari luar. Perisai jelas merupakan salah satu perlengkapan perang. Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ini bukan berarti di selain waktu puasa orang boleh mengucapkan kata-kata kotor. Hanya saja ketika sedang berpuasa maka larangan terhadap hal itu semakin keras dan semakin tegas.

Puasa adalah benteng diri yang menjaga stabilitas, antara kecendrungan jiwa baik dan kecenderungan nafsu buruk. Seseorang dapata melindungi dari nafsu yang mendorong berbuat jahat dengan cara berpuasa. Ketika sedang berpuasa dilatih untuk menjaga pandangan, pendengaran dan pembicaraan yang buruk, sehingga semua panca indranya terbiasa dalam control dirinya.

Rasulullah saw beberapa kali menegaskan tentang beberapa faedah bagi umat manusia untuk menghindari diri dari perbuatak keji. Diantanya, Pertama, perintah puasa kepada orang yang diliputi oleh nafsu birahi, sedang dia tidak mampu untuk menikah. Maka diterapi dengan berpuasa karena bisa member pengaruh yang sangat baik untuk memelihara fisik dan kekuatan bathin.

Kedua, puasa dapat menjaga seseorang dari perangai buruk dan melatih orang untuk selalu berbuat baik untuk menghindari permusuhan. Puasa mengajarkan untuk tidak ikut berbuat buruk kepada orang yang memusuhi, memaki dan yang mengajak perang. Tuntunan Nabi saw. bagi orang yang sedang berpuasa untuk tidak melayani orang yang mengganggunya karena ia sedang berpuasa.

Ketiga, penjelasan Rasulullah saw. bahwa surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. Karenanya, puasa dapat mejadi sarana latihan untuk meninggalkan kesenangan nafsu dan mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan hati nurani, sehingga puasa menjadi pennyekat antara orang yang berpuasa dengan Neraka. Nabi saw bersabda :“ tidaklah seorang hamba berpuasa satu hri dijalan Allah, melainkan Alloh akan jauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan dengan sebab itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seusai pertempuran perang Badar telah diisyarakt oleh Rasulullah bahwa perang melawan hawa nafsu dan ego diri sendiri adalah perang yang lebih besar dan tak pernah berhenti sampai manusia terkubur di bumi. Senantiasa berkecamok pertempuran antara unsur-unsur positif dan negatif dalam diri manusia , pertempuran antara unsur malakut dan syayatin, pertempuran antara ketundukan hampa dan keangkuhan manusia, pertempuran melawan diri sendiri, pertempuran untuk menundukkan ego di bawah hati nurani.

Puasa merupakan Perisai. Perisai bagi hati agar tetap terjadi dalam kualitas baik dan bersinar sebagai cermin pancaran sifat-sifat ilahi. Perisai bagi hati nurani untuk menangkal setiap gempuran dari dorongan nafsu buruk yang cenderung mengingkari ajakan dan desakan akal budi.

Puasa menjadi penting menjadi benteng diri karena tujuan akhir dari puasa adalah mencapai derajat takwa. Takwa hanya dapat diwujudkan dengan mengikuti perintah Allah SWT dan menjauhi semua larangannya. Takwa sangat parallel dengan karakter inti hati nurani dan berlawanan dengan desakan nafsu. Semakin kuat dorongan hati nurani, semakin tak berdaya nafsu dan ego diri untuk mengendalikan akal budi. Maka, pada hari lebaran disebut hari kemenangan hati nurani mengalahkan hawa nafsu, dan manusia kembali pada fitrahnya. (Adm)

Tags: Cholil NafisPesantren Cendekia AmanahRamadhanYayasan Investa Cendekia Amanah

Popular Posts

Artikel

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

by admin1
February 8, 2025
0

Umat Islam mulai memasuki salah satu bulan yang utama dalam Islam, yaitu bulan Syaban. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama...

Read moreDetails

Tips Tingkatkan Ibadah Sambut Ramadhan

Munas NU : Dam Haji Wajib Disembelih di Tanah Haram selama Masih Bisa

Tiga Tips Tingkatkan Ibadah di Bulan Sya’ban untuk Menyambut Ramadhan

KHUTBAH IDUL FITRI 1445 H : MEMBANGUN UKHUWAHSPIRIT RAMADHAN UNTUK MEMBANGUN UKHUWAH

Buku Baru : Inovasi Produk Pegadaian Syariah

Baznas Beri Penghargaan Kiai Cholil Nafis : “Ulama Penggerak Zakat Nasional”

Load More

[mc4wp_form id="274"]


Popular Posts

Kitab Tauhid : Terjemah Qomi al-Thughyan Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten

by admin1
June 20, 2019
0

Berjuang di Jalan Allah

by admin1
June 18, 2019
0

Konsultasi: Sahkah Shalat dalam Keadaan Bernanah?

by admin1
December 13, 2018
0

Cholil Nafis

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk manusia lainnya

© 2026 CholilNafis.com - Tim IT Cendekia Amanah.

No Result
View All Result
  • Profil
  • Berita
  • Artikel
    • Opini
    • Jurnal
    • Khutbah
  • Yayasan
    • Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Wakaf
      • Galeri Peluncuran BMT Wakaf
      • Latar Belakang BMT Wakaf
      • Wakaf Uang Produktif
    • Pesantren Cendekia Amanah
      • Anggaran Biaya
      • Rencana Pembangunan Pesantren
      • Visi dan Misi
    • Program Berantas Buta Al Qur’an
      • Fakta di Indonesia
      • Metode Mama Papa
      • Program Tujuan BBQ
  • Download
    • Buku Cholil
    • Buku Waqaf
  • Video
    • Ceramah
    • Pengajian Fiqih
    • Quote
  • Konsultasi

© 2025 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.